Selasa, 18 Januari 2011

Menyambut Kunjungan Stuxnet ke Indonesia

Memasuki penghujung 2010, dunia dikejutkan dengan penemuan virus baru oleh seorang ilmuwan Jerman 23 September lalu. Dikatakannya bahwa piranti lunak (malware) ini diberi nama Stuxnet. Virus ini jauh lebih berbahaya daripada virus conficker. Karena stuxnet dapat menemukan secara otomatis kendali jaringan di fasilitas yang diprediksi berbahaya dan kemudian menghancurkannya. Seperti contoh yang telah terjadi di Iran, stuxnet mampu menyusupi komputer milik para staf stasiun pembangkit tenaga nuklir pertama Iran, Bushehr. Virus tersebut mampu merebut kendali pembangkit tersebut. Virus stuxnet memang dibuat secara khusus untuk mencari dan mensabotase fasilitas penting sebuah negara, lebih jauh lagi virus ini dibangun dengan sistem pengkodean tertentu secara otomatis dapat mengenali fasilitas yang dianggap berbahaya bagi kelompok tertentu untuk kemudian menghancurkan sistem komputerisasinya atau bahkan melakukan penghancuran secara fisik pada fasilitas tertentu.
Menanggapi hadirnya virus baru Stuxnet, Manager of Security Response Operations Symantec Corp, Liam O Murchu melalui Associated Press menuturkan saat ini “Sekitar 60 persen komputer yang telah terinfeksi Stuxnet berada di Iran. Sedangkan 18 persen komputer lainnya berada di Indonesia. Hanya dua persen komputer AS yang terinfeksi”. Menurut pihak Symantec untuk menciptakan kode berbahaya tersebut dibutuhkan sekira lima hingga 10 orang hacker yang memiliki pendidikan tinggi, telah terlatih dengan baik dan dibayar cukup besar oleh pemilik kepentingan. Selain di Iran, Indonesia dan Amerika saat ini Stuxnet juga telah ditemukan dalam sistem Siemens di India, Pakistan serta Kazakhstan dan Rusia.
Dari keterangan tersebut timbul beberapa opini yang berkembang bahwa Stuxnet memang diciptakan sebagai Cyber attack terhadap Negara pimpinan Ahmad Dinejad tersebut, opini lain pun bermunculan. Amerika dan Israel dianggap sebagai pihak yang berada dibelakang kemunculan Stuxnet, namun hal ini langsung di bantah oleh pihak Amerika.
Yang diperlukan sekarang bukanlah mencari tahu siapa, mengapa, darimana, untuk apa virus ini ada. Yang terpenting dan yang harus dilakukan sekarang adalah bagaimana negara kita Indonesia menyambut kedatangan virus tersebut. Bila mungkin ilmuwan Indonesia tidak sehebat ilmuwan luar dalam menyikapi keberadaan Stuxnet, maka perlu untuklah kita kaum terpelajar atau yang mengerti akan hal ini agar mau menelaah lebih jauh tentang kemunculan virus ini di negeri kita. Mulai dari yang terkecil dengan sekedar mengenalnya atau sampai mencegah datangnya virus tersebut ke personal computer kita. Itulah langkah sederhana yang bisa kita lakukan untuk membantu menyambut kedatangan Stuxnet ke Indonesia.
Stuxnet atau yang dikenali juga dengan nama Winsta32, memiliki ciri-ciri umum dimana ia memiliki kemampuan dalam membuat seseorang merasa hardisk komputernya penuh secara tiba-tiba, padahal ia tidak merasa menyimpan file dalam kapasitas besar. Maka perlulah waspada saat hardisk kita terasa penuh secara mendadak. Medium penyebaran bermacam-macam, namun lebih sering melalui penyimpan data USB flash drives atau flashdisk
Sampai saat ini terdapat 8 antivirus sementara yang bisa diandalkan untuk mendeteksi stuxnet:
1. Symantec mengenali virus ini dengan nama W32 Stuxnet
2. Kaspersky Lab mengenali virus ini dengan nama Trojan-Dropper.Win32.Stuxnet.e
3. PC Tools mengenali virus ini dengan nama Malware.Stuxnet
4. Sophos mengenali virus ini dengan nama Troj/Stuxnet-A
5. Microsoft mengenali virus ini dengan nama TrojanDropper:Win32/Stuxnet.A
6. McAfee mengenali virus ini dengan nama Stuxnet
7. Ikarus mengenali virus ini dengan nama Trojan-Dropper.Win32.Stuxnet
8. AhnLab mengenali virus ini dengan nama Win-Trojan/Stuxnet.517632.F
Itulah sedikit pengetahuan yang bisa diberikan saat ini agar kita mampu menyikapi dengan bijak akan datangnya serangan virus tersebut, dan semoga saja ilmuwan terbaik Indonesia memiliki penanggulangan tersendiri dalam merespon datangnya virus Stuxnet ke Indonesia. Meskipun sampai saat ini belum dirasakan secara signifikan hadirnya virus itu dinegeri kita. Akan tetapi jelas jadi sungguh berbahaya jika komputer di Indonesia telah terinfeksi virus tersebut, Apa jadinya jika sistem kelistrikan milik PLN dikacaukan? Pun dengan sistem perbangkan kita ataupun sektor-sektor industri lainya yang berpotensi diacak-acak? Rakyat akan semakin menderita, kita-kita juga yang ahirnya harus menanggung kerugian. Karenanya sebelum terlambat, alangkah baiknya kita pun turut membantu pemerintah mencegah hal yang tidak diinginkan dari kemunculan virus tersebut dimulai dari yang sederhana serta dilanjutkan oleh Departemen Komunikasi dan informasi untuk segera melakukan tindakan penyegahan dengan merangkul lembaga-lembaga kompeten guna menanggulangi serangan yang dapat muncul kapan saja terhadap fasilitas-fasilitas penting di negeri ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar