Selasa, 21 Agustus 2012

METABOLISME PROTEIN

PROTEIN TUBUH:
-       ¾ zat padat tubuh terdiri dari protein (otot, enzim, protein plasma, antibodi, hormon)
-       Protein merupakan rangkaian asam amino dengan ikatan peptide
-       Banyak protein terdiri dari ikatan komplek dengan fibril à protein fibrosa
-       Macam protein fibrosa: kolagen (tendon, kartilago, tulang); elastin (arteri); keratin (rambut, kuku); dan aktin-miosin


MACAM PROTEIN:
-       Peptide: 2-10 asam amino
-       Polipetide: 10-100 asam amino
-       Protein: >100 asam amino
-       Antara asam amino saling berikatan dengan ikatan peptide
-       Glikoprotein: gabungan glukosa dengan protein
-       Lipoprotein: gabungan lipid dan protein


ASAM AMINO:
-       Asam amino dibedakan menjadi asam amino esensial dan asam amino non esensial
-   Asam amino esensial: T2L2V (Treonin, Triptofan,Lisin, Leusin, Valin àhistidin, arginin, metionin, isoleusin, fenilalanin)
-   Asam amino non esensial: SAGA (Serin, Alanin, Glisin, Asparadin à sistein, asam aspartat, tirosin, glutamin,asam glutamat)


TRANSPORT PROTEIN:
-       Protein diabsorspsi di usus halus dalam bentuk asam amino à masuk darah
-       Dalam darah asam amino disebarkan keseluruh sel untuk disimpan
-       Di dalam sel, asam amino disimpan dalam bentuk protein (dengan menggunakan enzim)
-       Hati merupakan jaringan utama untuk menyimpan dan mengolah protein


PENGGUNAAN PROTEIN UNTUK ENERGI:
-       Jika jumlah protein terus meningkat à protein sel dipecah jadi asam amino untuk dijadikan energi atau disimpan dalam bentuk lemak
-       Pemecahan protein jadi asam amino terjadi di hati dengan proses: deaminasi atau transaminasi
-       Deaminasi: proses pembuangan gugus amino dari asam amino
-       Transaminasi: proses perubahan asam amino menjadi asam keto


PEMECAHAN PROTEIN:
1.    Transaminasi:
-       Alanin + α-ketoglutarat à piruvat + glutamat
1.    Deaminasi:
-       Asam amino + NAD+ à asam keto + NH3
-       NH3 merupakan racun bagi tubuh, tetapi tidak dapat dibuang oleh ginjal à harus diubah dahulu jadi urea (di hati) à agar dapat dibuang oleh ginjal


EKRESI NH3
-       NH3 à tidak dapat diekresikan oleh ginjal
-       NH3 harus diubah dahulu menjdai urea oleh hati
-       Jika hati ada kelainan (sakit) à proses perubahan NH3 à urea, terganggu à penumpukan NH3 dalam darah à uremia
-       NH3 bersifat racun à meracuni otak à coma
-       Karena hati yang rusak à disebut Koma Hepatikum


PEMECAHAN PROTEIN
-       Deaminasi maupun transaminasi merupakan proses perubahan proteinà zat yang dapat masuk ke dalam Siklus Krebs
-       Zat hasil deaminasi/transaminasi yang dapat masuk ke Siklus Krebs adalah: α-ketoglutarat, suksinil KoA, fumarat, oksaloasetat, sitrat


SINGKATAN ASAM AMINO
-       Arg, His, Gln, Pro: Arginin, Histidin, Glutamin, Prolin
-       Ile, Met, Val: Isoleusin, Metionin, Valin
-       Tyr, Phe: Tyrosin, Phenilalanin karboksikinase
-       Ala, Cys, Gly, Hyp, Ser, Thr: Alanin, Cystein, Glysin, Hydroksiprolin, Serin, Threonin
-       Leu, Lys, Phe, Trp, Tyr: Leusin, Lysin, Phenilalanin, Triptofan, Tyrosin


SIKLUS KREBS
-       Proses perubahan asetil KoA à H + CO2
-       Proses ini terjadi di matriks mitokondria
-       Pengambilan asetil KoA di sitoplasma dilakukan oleh: oksaloasetat à proses pengambilan ini terus berlangsung sampai asteil KoA di sitoplasma habis
-       Oksaloasetat berasal dari asam piruvat
-       Jika asupan nutrisi kekurangan karbohidrat à kurang asam piruvat à kurang oksaloasetat


RANTAI RESPIRASI:
-       H à hasil utama dari siklus krebs ditangkap oleh carrier NAD menjadi NADH
-       H dari NADH ditransfer ke à flavoprotein à Quinon à sitokrom b à sitokrom c à sitokrom aa3 à terus direaksikan dengan O2 à H2O + E
Rangkaian transfer H dari satu carrier ke carrier lainnya disebut rantai respirasi. Rantai respirasi terjadi di dalam mitokondria à transfer atom H antar carrier memakai enzim dehidrogenase à sedangkan reaksi H + O2 memakai enzim oksidase.
-       Urutan carrier dalam rantai respirasi adalah: NAD à Flavoprotein à Quinon à sitokrom b à sitokrom c à sitokrom aa3 à terus direaksikan dengan O2 à H2O + E


FOSFORILASI OKSIDATIF:
Dalam proses rantai respirasi dihasilkan energi yang tinggi à energi tersebut ditangkap oleh ADP untuk menambah satu gugus fosfat menjadi ATP. Fosforilasi oksidatif adalah proses pengikatan fosfor menjadi ikatan berenergi tinggi dalam proses rantai respirasi. Fosforilasi oksidatif à proses merubah ADP à ATP.


KREATIN DAN KREATININ
Kreatin disintesa di hati dari: metionin, glisin dan arganin. Dalam otot rangka difosforilasi membentuk fosforilkreatin (simpanan energi).
Kreatin + ATP          fosforilkreatin à kreatinin.




REFERENSI:
-       Harper, Rodwell, Mayes. 1977. Review of Physiological Chemistry.
-       Colby. 1992. Ringkasan Biokimia Harper. Alih Bahasa: Aji Dharma. Jakarta: EGC.
-       Wirahadikusumah. 1985. Metabolisme Energi, Karbohidrat dan Lipid. Bandung: ITB.
-       Harjasasmita. 1996. Ikhtisar Biokimia Dasar B. Jakarta: FKUI
-       Toha. 2001. Biokimia, Metabolisme Biomolekul. Bandung: Alfabeta.
-       Poedjiadi, Supriyanti. 2007. Dasar-dasar Biokimia. Bandung: UI Press.

Aku

Aku. . .
Sudah terlalu banyak malu.

Aku. . .
Sudah gerah dengan kekerdilan masa lalu.

Aku. . .
Ingin memperbaiki tatanan hidup ini.

Aku. . .
Masih punya cita-cita.

Aku. . .
Masih ingin memberikan cahaya dalam gulita.

Aku. . .
Bertekad untuk memperbaiki diri.

Aku. . .
Berharap bisa menginspirasi khalayak.

Aku. . .
Seorang gadis yang sedang mengumpulkan energi untuk memperbaiki dan menebar inspirasi.

Dan aku. . .
Perlu banyak belajar lagi untuk membaca ayat kauliah-Nya.

Bismillah..
'IMPROVING - INSPIRING'

Hanya Coretan

Mereka adalah alasan saya untuk mengambil cita-cita ini.
Mereka adalah alasan saya untuk menentukan masa depan ini.
Mereka adalah alasan saya untuk terus berkontribusi sampai akhir.

Ya Rabb, maafkan hamba yang selama ini khilaf dan terlalu terbuai oleh gemerlapnya pujian dan terbenam dalam kesombongan.

Kamis, 22 Desember 2011

Ceritaku di "Linea Innominata"

Linea Innominata, itulah nama kamar keduaku...

Senin, 14 Februari 2011

Kuliah?Sudah Siapkah?

Try Out sekolah baru saja usai dilaksanakan, tapi siswa kelas XII harus kembali bersiap menghadapi ujian praktek satu minggu kemudian dan seminggu kemudiannya lagi menghadapi Try Out kabupaten. Sibuk, pasti! Capek, banget!
Ujian Nasional sudah di depan mata, sekitar pertengahan bulan April semuanya akan dilaksanakan. Tahun ini, sistem masuk PTN yang dulu populer dengan nama PMDK, sekarang dinamakan SNMPTN Undangan. Untuk mengikuti SNMPTN Undangan tersebut, siswa harus termasuk 75% terbaik di kelasnya untuk kategori kelas SBI. Setiap siswa diberi pilihan untuk memilih maksimal 2 PTN dengan 3 prodi untuk masing-masing PTN.
Hmmm,,kuliah? Siap-siap melepas seragam putih abu dan segera memasuki dunia universitas. Kategori usiapun sudah bukan kanak-kanak lagi. Namun, pemuda bangsa yang citra baik atau buruknya negeri terpotret dari perilaku dan prestasi kita. Sudah sejauhmanakah persiapan menuju agent of change, sang agen perubahan alias inovator negara?
Sedari kecil, tak jarang kita ditanya, “Cita-citanya pengen jadi apa, Dik?” Ada yang ingin menjadi presiden, dokter, politikus, guru, polisi, wartawan, dan rupa-rupa mimpi yang dicurahkan oleh masa kecil kita. Tentu semuanya tak bisa dicapai dengan hanya bertopang dagu. Pendidikan yang memadailah yang akan mengantarkan kita menuju gerbang impian tersebut.
Kacamata perguruan tinggi masih rada abstrak sepertinya di sebagian besar kalangan masyarakat. Mahasiswa yang kuliah di fakultas kedokteran dianggap lebih ‘waawww’ dibanding fakultas lain, tanpa melihat di perguruan tinggi mana ia, melalui jalur apa ia masuk, dan serba-serbi lainnya.
Berdasarkan pengalaman dan pengamatan, tak sedikit pula orang tua yang saklek menentukan kuliah kita berada, “Pokoknya, kamu harus kuliah di Bandung. Biar bisa lebih dekat.” Parahnya lagi, ada juga yang meminta kepada anaknya untuk kuliah di lokal saja sehingga si anak tetap satu atap dengan orang tuanya. Dari segi kemandirian, jelas selangkah lebih kalah dibanding dengan pelajar yang diberi kepercayaan penuh oleh orang tua dalam menentukan pilihan masa depannya.
Ada pula orang tua yang meminta kepada anaknya untuk mengikuti pilihan orang tuanya. “Kamu harus jadi dokter. Lihat si A atau si B. Anak teman mama juga di sana.” Atau, “Lebih baik jadi PNS. Digaji negara, jadwal juga teratur.” Dan pelbagai rajukan lain. Memang, tak ada salahnya orang tua menyarankan, namun tetap, semuanya harus dikomparasikan dengan kompetensi, minat, mental, dan spiritual anak.
Namun, ada kisah menarik lain. Si anak dibebaskan untuk memilih perguruan tinggi, namun tidak berdasarkan kata hati. Akan tetapi berdasarkan gengsi universitas/institute/sekolah tinggi, atau fakultasnya, dan ada pula yang terpengaruh oleh teman-temannya. Sehingga, kuliahpun tidak dilakoni dengan sepenuh hati, hasil tak maksimal, uangpun terbuang percuma, dan yang paling menyedihkan adalah mengecewakan orang tua.
Hal-hal kecil seperti itu mungkin dianggap kecil. Namun, jangan sampai diremehkan. Keinginan kita sebagai anak harus sejalan juga dengan keinginan orang tua. Kuliahpun tidak sekedar kuliah. Tapi harus jelas ke mana juntrungannya.
Sarjana menganggur yang kerapkali menjadi sorotan media, tak menutup kemungkinan karena hal sederhana seperti yang disebut di atas. Sederhananya, kita harus memberikan keleluasaan nurani untuk menentukan pilihan masa depan yang sesuai dengan minat dan bakat. Namun dalam menentukan finalnya, jangan sampai menutup diri dari saran dan pengalaman orang-orang yang sudah merasakan asam garam.
Setiap manusia dianugerahi potensi yang seimbang. Namun melejit tidaknya, tergantung dari ikhtiar dan doa yang dilakukan. Kita harus berani bermimpi dan kuat dalam memperjuangkan demi terwujudnya mimpi tersebut. Dengan mimpi, keikhlasan, ikhtiar, dan doa, meski kenyataan tidak sesuai dengan rencana, semua akan menjadi indah sumber kekuatan yang maha dahsyat, karena Allah memiliki skeario yang indah dan unik untuk meng-up grade diri setiap umat-Nya.
Rasa gentar dan khawatir mungkin dirasakan oleh beberapa siswa, khususnya kelas XII yang sedang bersiap mengumpulkan ‘senapan dan suplemen’ untuk kekuatan menghadapi ujian yang di depan mata. Waktu tak bisa dihentikan barang sedetikpun. Mari rencanakan masa depan yang apik dan indah dengan persiapan yang matang, karena persiapan dan perencanaan yang tidak maksimal sama dengan merencanakan kegagalan. Buktikan kita BISA!